"majulah pertanian
majulah gamakomta
sang lenteraaa . . .
merai asa. ."
terdngar remang dari sudut kota., lantunan nada terangkai indah., mars gamakonta yang slalu hdup dalam hati mahasiswa. . , komunksi pertanian..,
9thun lbih menjd marjusuar di Fakultas Pertanian., perjuangan memisahkan diri hingga dpat berdiri sndiri.
Akhirnya terhmpas jua oleh ganaznya sang waktu. . ,
Monday, 26 April 2010
Tuesday, 30 March 2010
Indonesia...Si-Tua yang masih “netek”
65 (enam puluh lima) tahun bukanlah usia dini untuk sebuah bangsa.
Bagai seorang makhluk yang menuai kedewasaan dalam menjalani hidup, bijaksana dalam melangkah dan memutuskan serta lebih jeli dalam social responsibility.
Mandiri dan sudah tidak belajar berdiri untuk berjalan dan berlari, waktunya memikirkan keluarga dan bukan hura-hura (have fun oriented).
Dalam bentuk suatu kesatauan keluarga yang berusaha memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan bersama.
Namun tidak seperti hal nya snegara yang kita huni,
dengan usianya yang makin tua
masih saja “nyusu” dengan bangsa lain.
Berhura-hura bak remaja di tengah kota metropolitan.
Bagai panggung sandiwara besar yang mengeruk dolar untuk bos modal.
Skandal-skandal korupsi dengan kerapihan rancangan tipu-daya mulai terbongkar,. Kepentingan hiden agenda dibawa dalam berbagai program pensejahteraan rakyat, manipulasi data pasang muka dua, serta jual-beli hukum adalah nafas bagi kaum elit era orde paling baru sekarang ini.
Nasionalisme sudah ditukar dengan nasi bakar dan ondel-ondel kawan.......
Bagai seorang makhluk yang menuai kedewasaan dalam menjalani hidup, bijaksana dalam melangkah dan memutuskan serta lebih jeli dalam social responsibility.
Mandiri dan sudah tidak belajar berdiri untuk berjalan dan berlari, waktunya memikirkan keluarga dan bukan hura-hura (have fun oriented).
Dalam bentuk suatu kesatauan keluarga yang berusaha memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan bersama.
Namun tidak seperti hal nya snegara yang kita huni,
dengan usianya yang makin tua
masih saja “nyusu” dengan bangsa lain.
Berhura-hura bak remaja di tengah kota metropolitan.
Bagai panggung sandiwara besar yang mengeruk dolar untuk bos modal.
Skandal-skandal korupsi dengan kerapihan rancangan tipu-daya mulai terbongkar,. Kepentingan hiden agenda dibawa dalam berbagai program pensejahteraan rakyat, manipulasi data pasang muka dua, serta jual-beli hukum adalah nafas bagi kaum elit era orde paling baru sekarang ini.
Nasionalisme sudah ditukar dengan nasi bakar dan ondel-ondel kawan.......
Sunday, 21 March 2010
sampah- - - - - - - ->
marah...kecewa dengan semua yang sudah ada...
perjuangan keringat dan tenaga seperti angin lalu . ..
bagai sampah jalanan yang tercecer . . .
tak ada seorang pun yang menghiraukan...
semua adalah proses yang harus di jalani..namun ini begitu penghargaan luar biasa atas hasil jerih payah.. ..
perjuangan keringat dan tenaga seperti angin lalu . ..
bagai sampah jalanan yang tercecer . . .
tak ada seorang pun yang menghiraukan...
semua adalah proses yang harus di jalani..namun ini begitu penghargaan luar biasa atas hasil jerih payah.. ..
Monday, 1 February 2010
penjajahan paradigma
sebuah pertanyaan yang selalu akan berulang. . .
jika jawaban yang di inginkan tak jua hadir..sebuah kepuasan akan harapan
"apa sebenarnya yang di fikirkan oleh manusia tentang manusia lain?"
sebuah keinginan untuk menjadi manusia lain kah?
atau menguasai kehendak manusia lain demi kepentingan pribadi....
sikap-sikap apa yang mendukung terjadinya keingan itu...
kebutuhan untuk hidup. . .
atau hanya sebuah bentuk eksitensi mereka. .
pembodohan yang terjadi menjadi sebuah akibat yang di telurkan dari kagiatan tersebut, penjajahan atas hak-hak dasar manusia. Hak unutk bebas memilih, bicara dan merdeka mengutarakan pendapat dan berprilaku,. dengan memperhatikan koridor yang berlaku tentunya.
jika jawaban yang di inginkan tak jua hadir..sebuah kepuasan akan harapan
"apa sebenarnya yang di fikirkan oleh manusia tentang manusia lain?"
sebuah keinginan untuk menjadi manusia lain kah?
atau menguasai kehendak manusia lain demi kepentingan pribadi....
sikap-sikap apa yang mendukung terjadinya keingan itu...
kebutuhan untuk hidup. . .
atau hanya sebuah bentuk eksitensi mereka. .
pembodohan yang terjadi menjadi sebuah akibat yang di telurkan dari kagiatan tersebut, penjajahan atas hak-hak dasar manusia. Hak unutk bebas memilih, bicara dan merdeka mengutarakan pendapat dan berprilaku,. dengan memperhatikan koridor yang berlaku tentunya.
Sunday, 17 January 2010
. . . . . . .
tidak tahu apa yang harus ku tulis untuk judul artikel ini..karna ini hanya sbuah cerita yang merangkum sejarah ku di LPm folia FP UNS....
menjadi staf redaksi pada kepengurusan baru sesudah ke-vakuman LPM adalah awal diri ini melibatkan pada sebuah perjalanan panjang. Bersama Kawan-kawan PKP'06 . . .
Dg PU mbak Parni waktu itu serta mas aji sebagi pimpinan redaksi...
tidak ada sebuah skill mengenai julnalistik, buta pengalaman dan teori
namun, . . .
semnagt untuk membangun organisasi yang ku punya...kemamuan dan keharusan..
sempat menghilang karna sebuah kekecewaan berorganisasi.. kelesuan di semua bidang hampir membuat bubar yang sudah dirintis...., namun bersama kawan-kawan..lilik pipit dan bebrapa kawan dari PKP mencoba membangun lagi...sampai pada akhir kepenguran, hanya buletin dan majalah yang kami buat.,
kepengurusan baru dengan anggota baru dan semangt baru, konsep di rancang jauh sebelum reor. masih saya, lilik dan pipit sebagai aktor di belakang layar. Pada waktu itu kami merancang struktur pengrus. saya di PPA, lilik di redaksi dan pipit di perusahaan. saudara aji yang dulu sbagai pimpinan redaksi naik mengambil amanah menjadi PU. Kepengurusan yang begitu kental dengan kekluargaan.., motor gerak organisasi muncul satu persatu dari anggota baru..., Alyn, annas, gilank, roifah, muslika....
kegiatan di gelar satu persatu walau dengan minim kemampuan.., kembali hanya sebuah harapan untuk meraih asa. kami tak pernah meyerah pada masalh apapun, karna kami satu untuk lembaga yang kami cintai ini...
tangis, tawa, suka, duka, amarah, kekecewaan melengkapi sebuah cerita...semua terlewatkan bagai air yang mengalir tiada henti....
dan akhirnya sampai pada sebuah muara . . .
menjadi pengurus dan salah satu pimpinan, mengenal orang-orang yang menyengkan, seperti menemukan keluarga baru...
berat untuk meninggalkan itu semua...namun hal ini harus berganti ..
dan akhirnya semua itu, harus berakhir....
pertemuan, pertemanan hanya sebagi pengantar adanya perpisahan....
rama aulia ekaputra
menjadi staf redaksi pada kepengurusan baru sesudah ke-vakuman LPM adalah awal diri ini melibatkan pada sebuah perjalanan panjang. Bersama Kawan-kawan PKP'06 . . .
Dg PU mbak Parni waktu itu serta mas aji sebagi pimpinan redaksi...
tidak ada sebuah skill mengenai julnalistik, buta pengalaman dan teori
namun, . . .
semnagt untuk membangun organisasi yang ku punya...kemamuan dan keharusan..
sempat menghilang karna sebuah kekecewaan berorganisasi.. kelesuan di semua bidang hampir membuat bubar yang sudah dirintis...., namun bersama kawan-kawan..lilik pipit dan bebrapa kawan dari PKP mencoba membangun lagi...sampai pada akhir kepenguran, hanya buletin dan majalah yang kami buat.,
kepengurusan baru dengan anggota baru dan semangt baru, konsep di rancang jauh sebelum reor. masih saya, lilik dan pipit sebagai aktor di belakang layar. Pada waktu itu kami merancang struktur pengrus. saya di PPA, lilik di redaksi dan pipit di perusahaan. saudara aji yang dulu sbagai pimpinan redaksi naik mengambil amanah menjadi PU. Kepengurusan yang begitu kental dengan kekluargaan.., motor gerak organisasi muncul satu persatu dari anggota baru..., Alyn, annas, gilank, roifah, muslika....
kegiatan di gelar satu persatu walau dengan minim kemampuan.., kembali hanya sebuah harapan untuk meraih asa. kami tak pernah meyerah pada masalh apapun, karna kami satu untuk lembaga yang kami cintai ini...
tangis, tawa, suka, duka, amarah, kekecewaan melengkapi sebuah cerita...semua terlewatkan bagai air yang mengalir tiada henti....
dan akhirnya sampai pada sebuah muara . . .
menjadi pengurus dan salah satu pimpinan, mengenal orang-orang yang menyengkan, seperti menemukan keluarga baru...
berat untuk meninggalkan itu semua...namun hal ini harus berganti ..
dan akhirnya semua itu, harus berakhir....
pertemuan, pertemanan hanya sebagi pengantar adanya perpisahan....
rama aulia ekaputra
Saturday, 28 November 2009
kambing kampus
seperti apa yang sudah tersampaikan...
teori yang di dapat dari kuliah, idealnya di aplikasikan dalam pembelajaran organisasi untuk nantinya lebih siap dalam bermasyarakat...
di dalam fakultas lebih lagi...di berikan ruang untuk ber-organisasi dan belajar...
setiap jurusan mempunyai HMJ (Himpunan Mhasiswa Jurusan) dan bagi yang ingin lebih dalam hal profesi dapat belajar di UKM (unit Kegiatan Mahasiswa : LPM, PA, teater DLL) sebagai fasiltas untuk belajar..
kedua pembelajaran itu saling melengkapi...suatu kebutuhan mutualisme dalam kehidupan belajar di pendidikan.
namun pada kenyataanya, sebuah kemunduran sudah terjadi,. pengkebiran atas waktu belajar itu sudah terkikis sedikit demi sedikit...
mahasiswa seolah2 di beri ruang untuk belajar, namun yang terlihat malah ada sebuah "hidden agend" untuk membuat kita (pelajar yang maha) untuk menjadi kambing congek atas semua yang terjadi di sistem sosial kita....
kuliah dari senin sampe jum'at, dengan harapan sabtu untuk segala aktifitas lain...
dari jam 7 sampai hampir jam 7 lagi...
duduk dalam ruangan yang membosankan . . .
tanpa diskusi dan hanya terlihat sebuah pendogmaan terhadap suatu paham...
kekritisan sudah tenggelam bak kapal TITANIC di dalam samudra dalam...
di mana di dalamnya terdapat kebranian, idelisme, progresif sudah menjadi kerangka busuk...
dari tahun ke tahun keadaan ini terus terjadi...
kita hanya jadi penonton,...
membiarkan dan menikmati romatisme kemunduran pemuda...pergerakan
jika begitu....masih di sebut hidup-kah kita...?
hah??!!
mayat berjalan kawan-kawan.....
kita adalah mayat yang sedang berjalan.., dengan berbagai warna kain kafan...
NB :
tulisan ini terilhami dari kekesalan penulis atas realita yang terjadi, menjadi seorang yang vokal . .
atas birokrasi . . .
atas masalah yang sudah di ANGGAP wajar...dsb
teori yang di dapat dari kuliah, idealnya di aplikasikan dalam pembelajaran organisasi untuk nantinya lebih siap dalam bermasyarakat...
di dalam fakultas lebih lagi...di berikan ruang untuk ber-organisasi dan belajar...
setiap jurusan mempunyai HMJ (Himpunan Mhasiswa Jurusan) dan bagi yang ingin lebih dalam hal profesi dapat belajar di UKM (unit Kegiatan Mahasiswa : LPM, PA, teater DLL) sebagai fasiltas untuk belajar..
kedua pembelajaran itu saling melengkapi...suatu kebutuhan mutualisme dalam kehidupan belajar di pendidikan.
namun pada kenyataanya, sebuah kemunduran sudah terjadi,. pengkebiran atas waktu belajar itu sudah terkikis sedikit demi sedikit...
mahasiswa seolah2 di beri ruang untuk belajar, namun yang terlihat malah ada sebuah "hidden agend" untuk membuat kita (pelajar yang maha) untuk menjadi kambing congek atas semua yang terjadi di sistem sosial kita....
kuliah dari senin sampe jum'at, dengan harapan sabtu untuk segala aktifitas lain...
dari jam 7 sampai hampir jam 7 lagi...
duduk dalam ruangan yang membosankan . . .
tanpa diskusi dan hanya terlihat sebuah pendogmaan terhadap suatu paham...
kekritisan sudah tenggelam bak kapal TITANIC di dalam samudra dalam...
di mana di dalamnya terdapat kebranian, idelisme, progresif sudah menjadi kerangka busuk...
dari tahun ke tahun keadaan ini terus terjadi...
kita hanya jadi penonton,...
membiarkan dan menikmati romatisme kemunduran pemuda...pergerakan
jika begitu....masih di sebut hidup-kah kita...?
hah??!!
mayat berjalan kawan-kawan.....
kita adalah mayat yang sedang berjalan.., dengan berbagai warna kain kafan...
NB :
tulisan ini terilhami dari kekesalan penulis atas realita yang terjadi, menjadi seorang yang vokal . .
atas birokrasi . . .
atas masalah yang sudah di ANGGAP wajar...dsb
Saturday, 21 November 2009
2012
sebuah angka yang menajubkan jika di lihat di gedung2 bioskop,.
film yang mengungkjapkan bagaimana kiamat nanti akan terjadi...(katanya)
buymi terbelah, air bah datang menenggelamkan seluruh daratan....
hancur luluh lantah...
gedung-gedung hancur...
beh...dasyat pokoknya...
tapi kok g da gambar klo kakbah hancur ya??
hee...(intermezo...)
film 2012 ini pun mendapat respon dari semua kalangan, termasuk aktivis kampus yang banyak mengadakan diskusi ..
misal HmI kom.Fakultas Ekonomi yang mengadakan diskusi di Graha Insan Cita,.
banyak komentar-komentar disana...
dari yang isu neolib krena itu merupakan ga,mbaran bahwa AS merupakan negara terkuat dengan teknologinya..negara penyelamat dan sebagainya...
sampai pada hanya sebuag fun saja.....
nmaun...
film yang mengungkjapkan bagaimana kiamat nanti akan terjadi...(katanya)
buymi terbelah, air bah datang menenggelamkan seluruh daratan....
hancur luluh lantah...
gedung-gedung hancur...
beh...dasyat pokoknya...
tapi kok g da gambar klo kakbah hancur ya??
hee...(intermezo...)
film 2012 ini pun mendapat respon dari semua kalangan, termasuk aktivis kampus yang banyak mengadakan diskusi ..
misal HmI kom.Fakultas Ekonomi yang mengadakan diskusi di Graha Insan Cita,.
banyak komentar-komentar disana...
dari yang isu neolib krena itu merupakan ga,mbaran bahwa AS merupakan negara terkuat dengan teknologinya..negara penyelamat dan sebagainya...
sampai pada hanya sebuag fun saja.....
nmaun...
bagi ku... film 2012 merupakan sebuah pembodohan...jika itu penafsiran atas kiamat kubro... namun..., sebuah bentuk pesan positif..., bahwa bencana alam...kematian dan semua yang termasuk kiamat sugro bisa terjadi kapan saja.., termasuk di tahun 2012.
karna jika itu kiamat...pastilah da sebuah tanda2 yang terjadi sebelumnya....
dan Tuhan tidak akan bisa -di-akal-i dengan teknologi manusia untuk menyelmatkan diri...
karna jika itu kiamat...pastilah da sebuah tanda2 yang terjadi sebelumnya....
dan Tuhan tidak akan bisa -di-akal-i dengan teknologi manusia untuk menyelmatkan diri...
Subscribe to:
Posts (Atom)